Press Release“REFLEKSI PERGERAKAN MAHASISWA”(Diskusi Publik & Berbuka Bersama Ormawa)

Jum’at,22 April 2022

Departemen advokastrat mengajak ormawa untuk diskusi publik dan berbuka bersama dengan mengangkat tema “Refleksi Pergerakan Mahasiswa” Melalui diskusi ini, para pengurus ormawa FATEPA unram 2022 saling memberikan argument dan pertanyaannya bersama dengan pengurus BEM FATEPA 2022. Sehubungan dengan diskusi publik yang telah dilaksanakan secara lancar pada hari Jum’at, 22 April 2022 pukul 16.00 WITA – selesai di halaman depan FATEPA UNRAM yang kemudian beralih ke ruangan 3.1 gedung FATEPA UNRAM, dengan ini departemen advokastrat BEM FATEPA 2022 menginformasikan beberapa hal yang telah dibahas dengan rincian sebagai berikut:

  1. Pembukaan
  2. Pemaparan materi oleh tiga pemateri yaitu, Muh.Miftahussurur Ketua HIMATETA
    2021 dengan topik “Sejarah Pergerakan Mahasiswa”, Relis Putra Hari Ketua BEM
    FATEPA 2021 dengan topik “Pergerakan Mahasiswa Era Sekarang”, dan Muh.Arif
    Fitriyono Ketua HIMATEPA 2021 dengan topik “Mahasiswa Dan Masa Depan
    Bangsa”
  3. Sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri
  4. Penutup

Dihadiri oleh perwakilan dekan III Fuad Sauqi Isnain S.TP., M,sc. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh BEM FATEPA dengan rangkaian diskusi dan buka bersama ormawa dengan tema “refleksi pergerakan mahasiswa” menurutnya sangat menarik melihat dalam kegiatan religi seperti ini biasanya mahasiswa mengundang ustadz atau pemuka agama namun pada kegiatan ini sebaliknya, mahasiswa mengundang aktivis seniornya sebagai pemateri, jadi terkesaan acaranya para aktivis.


Sebagaimana yang telah disampaikan oleh para pemateri, perlu dipahami sebagai mahasiswa, dalam pemaparannya Muh.Mifftahussurur mengajak mahasiswa untuk menilik gerakan-gerakan mahasiswa secara historis di era orde lama. Walaupun jumlah aktivis pada masa itu tidak besar namun bukti sejarah memperlihatkan bahwa dampak dari gerakan mahasiswa sangat besar. Gerakan mahasiswa terbukti mampu melegitimasi, mengubah peta politik pada masa itu. Seperti Gerakan mahasiswa popular yang nonumental oleh KAMI (kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia) Pada tahun 1966 yang berhasil merumuskan konsep tersistematis dan profokativ yang sesuai dengan nuansa politik yang kemudian dikenal dengan Tri Tuntutan Rakyat (TRITURA).Pergerakan mahasiswa tahun 1966 seharunya jangan dikesampingkan atau dilupakan karena pergerakan 1966 juga tidak kalah penting dengan pergerakan mahasiswa tahun 1998.Pergerakan mahasiswa tahun 1966 dilandaskan pergerakan (moral force) kekuatan moral dan berlandaskan moral, pergerakan tahun 1966 merupakan pergerakan mahasiswa yang mewarnai sejarah.


Relis Putra Hari selanjutnya memaparkan tentang Gerakan mahasiswa era sekarang dari berbagai problematic yang terjadi pergerakan mahasiswa dinilai kurang mengetahui apa arti yang sebenarnya pergerakan mahasiswa tersebut. Pergerakan mahasiswa era sekarang tidak berlandaskan kesadaran namun banyak yang menilai karena eksistensi belaka. Hal inilah yang menjadikan perbedaan pandangan tentang pergerakan mahasiswa dulu dan sekarang. Oleh kerena itu, sebagai mahasiswa harusnya ada gerakan yang dilakukan didasarkan kesadaran dan sebagai pengingat bagi wakil rakyat akan amanah yang diemban.


Sebagai pemateri terakhir dari diskusi publik Muh.Arif Fitriyono mengajak mahasiswa untuk berdiskusi santai bersama peserta, “mahasiswa merupakan kaum intelektual yang terdaftar disuatu perguruan tinggi” ungkap gijek salah satu peserta diskusi, kemudian “mahasiswa merupakan seseorang yang lebih dari kata siswa yang mengetahui keadaan disekitasnya serta bagaimana kemudian bentuk kepeduliannya” ungkap sintiya (peserta diskusi). Mahasiswa sekarang seharusnya memanfaatkan statusnya sebagai mahasiswa dengan banyak mengikuti kegiatan organisasi karena didalamnya banyak mendapatkan pelatihan bermanajemen seperti manajemen organisasi, waktu dan sebagainya. Ungkap pemateri menjawab keadaan yang pernah iya temui selama KKN.

Demikian press release terkait diskusi publik “Refleksi Pergerakan Mahasiswa”.Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan.

Tertanda,
Departemen advokastrat BEM FATEPA UNRAM 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *